“
Gadis kecil itu memandang lepas, tiupan angin di Pantai Lakey yang tenang,
menciptakan riak-riak kecil yang seolah ikut larut mewarnai perasaannya.
Merasakan damainya hari dan teduhnya duduk di bawah sebuah pohon Mahoni berusia
puluhan tahun. Najwa melihat satu per satu warga asing yang berenang
menghampiri bibir pantai.
Tergagap-gagap Najwa berharap sekuat tenaga agar orang-orang itu mau meluangkan waktunya sebentar, dan jika sedang bernasib baik, gadis kecil itu akan berkesempatan mempraktekan apa yang sudah dipelajarinya selama ini. Namun tak jarang juga dia kurang beruntung, didengar pun tidak oleh orang-orang berbeda bangsa itu. Walau demikian, semangatnya yang berapi-api untuk bisa menguraikan ide melalui bahasa Inggris tak terbendung lagi “
![]() |
| Novel "Siwe Lakey" di atas dinginnya salju di Korea Selatan |
|
Cerita tentang Najwa, gadis kecil di Lakey,
yang berjuang keras mewujudkan impiannya untuk bisa berbahasa Inggris. Kerasnya
hidup tak menyurutkan niatnya untuk terus belajar. Dengan hadirnya seorang
pemuda yang bersedia menemaninya belajar – Keanu – pada suatu hari Najwa berhasil
manjadi yang terbaik dalam lomba “ Scrabble
“ se-kabupaten Dompu dan mendapat beasiswa penuh dari sekolah unggulan.
Kisah persahabatan Najwa dan Keanu dalam novel ini sangat menarik dan menggugah kesadaran kita bahwa cita-cita dan impian itu harus diwujudkan dengan keteguhan hati, kerja keras, disiplin dan sabar. Novel ini juga kaya dengan nuansa lokalitas masyarakat Dompu, NTB. Sangat menarik untuk dibaca.
Novel ini saya tulis dengan semangat
pengabdian dan hasrat untuk berkontribusi positif terhadap dunia pendidikan di
tanah kelahiran saya, Dompu. Beragam respon dari masyarakat tentang hadirnya
novel ini. Ada yang mengappresiasi, ada juga yang sebaliknya. Bagi saya semua
itu tak jadi masalah. Yang penting adalah mampu berkarya. Karena melalui
karya-karyanyalah seorang anak manusia bisa berbagi ide, pengalaman dan sedikit
cacatan hidupnya. Itu saja.
|
|
|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar